Kasihan anak kedua. Foto-fotonya tidak sebanyak anak pertama. Coba deh buka album kelahiran anak pertama. Pasti lengkap. Kalau bisa setiap hari direkam kegiatannya. Tapi anak kedua?
Bukannya mama lupa kamu nak…. tapi memang sulit untuk mengambil foto sendirian. Atau moment yang penting terlewatkan karena masih harus mencari keberadaan sang kamera.
Karena itu kemarin waktu bermain ke rumah mertua, terjadilah foto session in. Foto-foto ini diambil oleh bapak Mertua dengan kamera digital Nikonnya yang canggih. tanpa flash light.
Bandingkan dengan foto-foto yang diambil dengan kamera Canon G9. Memang keahlian pemotret perlu tapi faktor hardware pun mempunyai peranan penting.
7 Comments to “Photo session at Yokohama”
Add Comments (+)-
Hal yang sama terjadi sama keponakanku, Sis. Kiki disambut dengan sangat meriah, dibelikan apa saja… diphoto-photo sedemikian rupa… tapi Keke (adiknya yang lahir dua tahun kemudian), meskipun disambut dengan hangat, tapi euforia-nya sudah berbeda..
Makanya, sebagai anak bungsu, aku photo2 diriku sendiri…
Lala´s last blog post..Perempuan yang Narsis
[Reply]
-
Pengamatan yang jitu. Anak pertama memang memperoleh curahan kasih sayang yang lebih. Sebagai anak pertama, saya merasakannya. He he…
Hery Azwan´s last blog post..Mengapa Masuk Pesantren?
[Reply]
-
Memang keahlian pemotret perlu tapi faktor hardware pun mempunyai peranan penting— iya juga sih
Foto anak kedua lebih dikit? Hmmm… kok aku nggak merhatiin ya?
Yoga´s last blog post..Auld Lang Syne, for Love and Friendship
[Reply]
-
Photonya bagus mbak, menurutku keahlian memotret lebih penting untuk kelemahan hardware bisa ditutupi dengan photoshop
Anak pertama disambut berlebihan itu wajar, karena anak pertama memang di tunggu-tunggu kehadirannya..
[Reply]
-
entah kenapa pas liat slideshow kebayang soundtracknya
What a Wonderful World – Louis Armstrong
sukaaa postingan yg banyak foto n cerita mba imelda sekeluarga,,,
lebih menyentuh,,,love it
.-= fatma´s last blog ..boyz II men-tracks of my tears =-.[Reply]




Whaaaaaaaa…………. lucu-lucu banget!!!!
Tapi betul! Betul! Sangat betul kalau foto-foto anak kedua tidak sebanyak anak pertama. Buktinya aku. Dokumentasi masa kecilku tak sebanyak kakakku. Haha! Sebagai anak pertama dia disambut sekali. Sedang yang kedua hanya dianggap tindak lanjut dari dia. Haha!
Kasian ya anak kedua…. aku merasa orang tua tidak adil, makanya aku selalu perhatikan kai. Nah disitu saya bisa mengerti kenapa anak bungsu lebih dekat ke ibunya. Karena ibunya juga mau melindungi “Hati” anak kedua supaya jangan merasa “tidak diperlukan”. Untung sekarang Kai sudah mau sama papanya, dulu karena papanya sibuk, jarang ketemu, dia tidak mau digendong sama papanya. Sekarang dia mulai bicara, malah lebih jelas panggil papa daripada mama.
EM
[Reply]