Pagi ini turun salju yang ke dua kalinya di Tokyo. Dan sekarangpun masih turun… Indah… Semua tertutup dengan lapisan putih lembut. Dingin …..Saya selalu mengagumi pemandangan bersalju. Senang? Ya, karena selama saya hidup di Indonesia tidak pernah melihat salju. Dengan melihat pemandangan itu rasanya damai…
Tapi benarkah indah? Bagi orang yang terbiasa dengan salju mungkin akan mengatakan biasa-biasa saja. Atau bahkan ada beberapa yang ingin menghindar musim dingin dan tinggal di negeri yang hangat seperti di Indonesia. Yah… bagi orang yang bekerja berarti mempunyai pendapatan, bagi yang mempunyai tempat tinggal, pemanasan dan keluarga atau teman. Salju tidak berarti apa-apa. Tapi tidak bagi mereka yang menganggur, tidak mempunyai pemasukan. Saya membaca beberapa hari yang lalu, seorang laki-laki Jepang berusia 50-an yang menganggur dan tinggal sendirian ditangkap polisi dengan tuduhan membakar rumah. Rumahnya sih rumah sendiri. Alasannya: Dia kedinginan sehingga mau membuat api unggun di ruang tamu yang bertatami, tapi api membesar dan membakar rumahnya. Kenapa dia sampai kedinginan? Yah, karena listrik dan gas sudah diputus, gara-gara belum membayar.
Beruntunglah aku, masih mempunyai pemanasan, masih mempunyai pemasukan dan masih mempunyai keluarga yang bisa saling melindungi. Kiranya Tuhan mau melindungi mereka yang sekarang sedang kedinginan dan sendirian
Tags: salju


![Meaning of [Safety very much]. It is assumed the day of the good luck. It is assumed the good luck and the day when it succeeds, and is done the marriage especially in what on this day. Meaning of [Safety very much]. It is assumed the day of the good luck. It is assumed the good luck and the day when it succeeds, and is done the marriage especially in what on this day.](http://imelda.coutrier.com/wp-content/plugins/koyomi/image/roku4.gif)








November 14th, 2008 at 7:04 pm
Ironis sekali cerita laki-laki berusia 50 tahun itu.
Oya, hanya ingin tahu: apakah di Jepang tidak ada gelandangan? Anak-anak jalanan?
Ada gelandangan…..dan diantara mereka bukan karena miskin tapi karena mau nyentrik atau bosan kehidupan. Tidak ada anak jalanan dalam pengertian anak yang menjadi pengasong. Tapi kalau geng anak nakal dengan sepeda motor atau mobil yang kebut-kebutan malam hari ada.
EM
November 16th, 2008 at 8:26 am
Bukan karena miski, tapi karena mau nyentrik atau bosan kehidupan? Hmmm… Traveler-kah? Atau memang betul-betul menggelandang?
memang betul-betul menggelandang, tidak mandi berbulan-bulan. bukan traveler. Mau tahu? hmmm sulit juga datanya tapi nanti aku cari deh.
EM
December 3rd, 2008 at 9:57 am
Suatu saat kelak, kepingin merasakan white Christmas…
Entah kenapa, aku selalu suka melihat salju dan cemburu sekali dengan orang-orang yang bisa menikmatinya. Tapi mungkin ini karena aku tinggal di negara dua musim, ya, Sis… istilah Jawanya: Sawang Sinawang, jadi bisa saja orang-orang yang tinggal di negara empat musim merindukan matahari yang bersinar lebih banyak di sini..
Eniwei,
ceritanya sungguh menyedihkan. Kebayang di dalam pikiranku, sudah dia miskin karena tidak bisa bayar listrik dan gas, deritanya ditambah pula dengan rumah yang terbakar… Duh…
Ada semacam shelter untuk menampung orang-orang miskin nggak ya, Sis? Setahuku, kalau di Amerika sana, ada semacam Yayasan Sosial gitu… Kalau di Jepang, gimana?
Lala´s last blog post..five o’clock phone calls
December 10th, 2008 at 11:39 am
Wah, aku belum pernah menimang salju nih?
Next dream lah…
Ke Eropa atau negara bersalju saat winter…
Tapi pasti dahsyatnya sebentar. Setelah beberapa saat, maka salju menjadi biasa lagi. Begitulah selalu kebahagiaan mendatangi hati kita.
Hery Azwan´s last blog post..Setahun Ngeblog
Ke Tokyo aja bang (sekitar Maret deh)
ajak mbak Yuli juga
honey moon lagi(ngga aku gangguin deh hihihi)
EM